Hancur gara-gara patah hati?

Ini bukan gaya gue yang sebenarnya. 2 minggu pertama mungkin gue masih merasa jatuh, hancur dan tanpa arah kayak layangan putus. Yaah, gue ngaku semua itu emang terjadi. gak dapat gue pungkiri lagi, semua ini terjadi karena beginilah adaptasi gue terhadap hal yang baru. Adaptasi terhadap musibah yang gue syukuri terjadi, pertama kali SEUMUR HIDUP gue.

Ini musibah pertama, patah hati pertama, dicampakkan orang pertama dan menghayati hubungan sebagai orang yang berpacaran untuk yang pertama, meski sebenarnya status ini tidak pernah tersepakati, hanya penghayatan aja. Sakit sih, ampe gue pernah kepikir buat bunuh diri walau gak ada nyali (baru ngerasa bodoh dan lebay) dan ujung-ujungnya melakukan sarkatisme yang ngebuat hancur badan gue kayak sekarang.

Tapi..

Itu cerita lama men! Gak ada lagi cerita hancur karena patah hati. Kalo ngerasa sakit sih emang wajar dan manusiawi. 2 minggu masa grieving gue, dihabiskan dengan kegiatan-kegiatan flight coping stress. Yaah, gue berada dalam fase denial selama waktu itu, mungkin hingga saat ini. But, I have to face it! Gak ada lagi istilah berharap dan kompromi terhadap perasaan dan nilai-nilai gue. Gue udah terlalu banyak ngebohongi diri sendiri ketika menjalin intimacy relationship dengan Ms.x itu. Gue harus fight untuk sampai ke tahap acceptance terhadap semua musibah yang gue hadapi ini. Gue harus lebih sadar kalo gue telah dicampakkan dan gak dihargai. Gue punya harapan sepenuh bumi, tapi dia hanya punya harapan sebesar bola pingpong terhadap gue. Jadi wajar, kalo gue kemarin terlalu berangan-angan dan larut serta hancur dalam angan semu kayak gitu.

DIA BUKAN JODOH GUE! Thanks God, telah memberikan gue perasaan patah hati dan jatuh cinta kayak gini untuk yang pertama🙂 . Gue jadi bisa belajar banyak hingga jika nanti patah hati lagi, gue  lebih cepat adaptasi terhadap musibah yang gue hadapi dan gue bisa berkata dengan lantang, PATAH HATI? Yaa elaaah, santai mennn! Dunia lo bukan tentang dia aja, tanggung jawab sosial lo jauh lebih banyak daripada mikirin rasa sakit dan hancur karena seseorang yang belum berharga dan berarti banyak buat lo! Orang tua lo, sahabat lo dan temen-temen lo, mereka jauh lebih sayang dan menghargai diri lo. Ayolah, patah hati? Bukan gaya gue😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s