Love and Life

Posted: February 25, 2010 in Rehat Sejenak
Tags: , , ,

Kita hidup dengan cinta, bersama cinta dan untuk cinta..

Sekitar jam 11 tadi, ketika gue baru aja ngantarin Khekel, Yunda dan Dina pulang ke kosan mereka masing-masing, gue memutuskan untuk menghabiskan waktu gue beberapa saat untuk jalan santai menikmati pergantian malam di jalanan Kota Depok. Sembari menyisiri jalan Margonda, sayup-sayup dari jauh terlihat oleh gue tiga bayangan anak-anak kecil yang tidak terlihat dengan jelas wajah-wajah kecil mereka. Semakin lama, bayangan yang tadinya tidak terlihat dengan jelas, perlahan-perlahan mulai menampakkan cahayanya. Dan ketika ketiga bayangan itu dengan jelas terpampang dari jarak 2 meter di depan gue, tiba-tiba dengan berat gue hanya mengucap lirih dari dalam hati, astagfirullah.

Miris sekali perasaan gue, ketika melihat tiga bocah kecil dengan wajah yang masih polos itu, berkeliaran tengah malam ditengah Kota Depok  yang mulai sepi sambil menenteng karung putih yang mereka miliki masing-masing. Hati gue jadi semakin miris, ketika dari wajah polos dan tak berdosa itu mekar sebuah senyuman lepas yang tak gue sangka akan hadir. Hati gue hancur melihatnya. Sebahagia itukah mereka saat ini? Tiba-tiba dalam kepala gue hadir bayangan wajah adek-adek kecil gue dirumah, yang mungkin saat ini telah tertidur pulas, tanpa beban dan juga dengan senyuman.

Ahh, gue gak bisa ngebayangin kalo ketiga orang anak-anak itu adalah adek-adek gue. Mereka masih terlalu kecil untuk merasakan kejam dan indahnya kepalsuan hidup ini. Ini bukan saatnya mereka bekerja untuk sekadar mencari uang jajan atau uang saku. Ini saatnya bagi mereka untuk tertidur pulas, dengan senyuman, sembari menunggu kecupan hangat sang bunda di pagi hari untuk membangunkan mereka ketika solat subuh telah tiba.

Tapi, mungkin seperti inilah hidup harus berjalan. Apapun itu, Allah pasti sudah punya rencana terbaik untuk hamba-hamba-Nya, termasuk juga mereka bertiga. Gue hanya bisa menitipkan doa, semoga kebaikan selalu diberikan oleh Allah untuk mereka, dan semoga hati kita semua diisi oleh tulusnya cinta, tulusnya rasa untuk memberi. Karena kita takkan hidup tanpa ada cinta. Kita hidup dengan cinta, bersama cinta dan untuk cinta. Sebelum kesempatan kita untuk memberi hilang selamanya, manfaatkanlah ia untuk berbagi cinta kepada sesama makhluk-Nya, dengan cinta dan bersama cinta.

It’s article are dedicated to Three Musketeer Van Depok ; Lutfhi, Faris dan Fahmi. Semoga kalian baik-baik saja.

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s