Akhirnya mimpi untuk menjejakkan kaki di pulau Tidung tercapai juga. Dari tanggal 27-29 Des 2009 kemaren, gw dan 6 orang teman se-fakultas gw di psikologi UI pergi backpacking pulau Tidung. Sungguh sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan dan it’s so amazing bro!!! Ketika perjalanan ini berakhir, hanya sebuah kerinduan dan beberapa titik air mata yang tumpah karena gw blom ingin pergi dari sana dan ingin kembali lagi secepatnya.

Okay! Sudah ada yang pernah mendengar nama pulau Tidung? Gw rasa udah ada yang pernah dengar tapi juga pasti lebih banyak yang gak pernah. Baiklah, pulau Tidung merupakan sebuah pulau yang berada di selatan gugusan kepulauan seribu dan merupakan pulau terbesar yang ada di pulau seribu (kalo gak salah, hehe). Pulau Tidung terdiri dari dua pulau yang terdiri dari pulau tidung besar dan tidung kecil. Kedua pulau ini dipisahkan sejauh kurang lebih 350 meter oleh sebuah jembatan yang gw menyebutnya sebagai jembatan surga. Luar biasa! Itu kesan pertama gw ketika melintasi jembatan ini. Bagaimana tidak, jembatan ini berada diatas laut dangkal dengan gugusan terumbu karangnya dan dihiasi dengan indahnya gradasi biru air laut. Subhanallah! Kalian akan menyesal jika tidak kesana dan melintasi jembatan ini.

Hari pertama yang kami lakukan setelah sampai adalah beristirahat sembari menunggu salat zuhur. Pukul 1 siang stelah solat, kami pun bersiap-siap dan bergerak menyusuri pantai pulau Tidung Besar. Kiri-kanan kami lewati rumah warga yang sangat ramah-ramah dan bersahabat. Logat bahasa masyarakat setempat pun mudah dimengerti karena mereka berbahasa betawi. Setelah berkeliling setengah pulau, kami pun menemukan spot buat berenang dan snorkeling di Tidung Besar. Letaknya berada di utara Tidung Besar, dimana kita akan menemukan hamparan laut dengan pantai pasir putih bersih. Buat yang hobi snorkeling, harus bersusah payah terlebih dahulu untuk berjalan kaki kurang lebih sejauh 150 meter melewati laut tenang menuju perbatasan terumbu karang pemecah ombak agar bisa menemukan spot terbaik buat snorkeling.

Honestly, bagi gw dan putra, pantai daerah utara pulau Tidung Besar merupakan spot terbaik selama gw snorkeling di beberapa tempat di pulau Tidung. Kami menghabiskan waktu hingga jam 4 sore dan pulang ke penginapan untuk bersiap-siap menyambut sunset yang akan segera tiba. Sayangnya kami tidak tahu kalau untuk melihat sunset seharusnya dari jembatan. Kami hanya menunggu diteras belakang penginapan dan hanya mendapatkan semburat-semburat sunset.

Hari pertama Di pulau Tidung (27 Des 2009)

Rombongan ekspedisi Tidung ini terdiri dari gw, putra, yunda, dixie, viega, sandra dan devina, adeknya dixie. Kami berangkat bareng dari Depok dari pukul setengah 5 menuju dermaga keberangkatan kapal ke Tidung di Muara angke, Jakarta utara. Ongkos yang kami keluarkan untuk berangkat kesana sebesar Rp.33 tibu per orang. Pukul setengah 8, kapal yang kami tumpangi mulai bergerak menuju pulau Tidung. Setelah mengarungi samudera bergelombang besar selama kurang lebih 2 setengah jam, kami pun tiba di pulau Tidung besar. Saat tiba disana, kami langsung bertanya kepada warga dimana letak penginapan lima saudara yang akan kami jadikan tempat menginap. Kami ber-7 menginap di homestay milik pak haji mid dengan harga Rp.250 ribu per malam, sudah termasuk 2 spring bed, tv, kulkas, wc dan halaman belakang yang langsung berada di bibir pantai, hehe. Lumayan murah kan?

Dermaga muara angke, Jakarta

Tengah laut menuju Pulau Tidung

Pantai di pulau Tidung Besar

Inilah pantai pasir putih yang berhasil kami temukan dan berada di utara pulau Tidung Besar. Pantai ini merupakan salah satu pantai terbaik yang ada di pulau Tidung, karena masih bersih dan alami. Sedangkan pantai di wilayah selatan pulau Tidung, sudah banyak dipenuhi oleh keramba-keramba ikan milik masyarakat dan sepanjang pantai dipenuhi oleh sampah dan tumbuhan enceng gondok.

Eksplorasi pantai pulau Tidung Besar

Berenang di pantai Pulau Tidung Besar

Setelah puas  berenang dan snorkeling selama kurang lebih 3 jam di pantai sebelah utara pulau Tidung besar, kami pun pulang dan menikmati sunset dari teras belakang homestay lima saudara milik pak haji mid. Dimalam harinya, kami menghabiskan waktu dengan jalan-jalan disekitar rumah warga dan diakhiri dengan berfoto ria di taman dermaga pulau Tidung Besar, hehe.

Semburat sunset dari belakang homestay kami

Taman Dermaga pulau Tidung (1)

Taman Dermaga pulau Tidung (2)

Hari ke-2 di pulau Tidung (28 Des 2009)

Kriiiinnnggg, krinnnnggg, kriiiinnggg. Pukul 4 subuh, alarm beberapa orang dari kami telah berbunyi sebagai pertanda bahwa waktu solat subuh telah masuk. Setelah solat subuh secara bergantian, diselingi dengan acara nonton tv (gosip dan debat di tv one, hehe), kami pun melanjutkan hari dengan menyewa sepeda kepada pak haji mid untuk berkeliling di seluruh pulau Tidung. Jujur aja, gw gak sanggup buat mengelilingi pulau ini pake sepeda seharian aja karena pulaunya sangat luas, hehe. Fyi, sewa sepeda di pulau Tidung rata-rata dan hampir semuanya gitu sih, sebesar Rp.15 ribu per hari/sepeda.

Biking at Tidung Islands

Bersedepaaaaaa!!!

Duo Psiko at Tidung Islands

Sekitar 10 menit perjalanan, kami pun tiba di gerbang awal jembatan surga yang memisahkan Tidung besar dan kecil. Seharusnya perjalanan ini bisa dilalui selama 5 menit, tapi emang dasar naluri kami sebagai model selalu meluap-luap, kami pun terpaksa berhenti beberapa kali untuk sekadar berfoto, haha. Sayang aja sih, bila momen-momen indah di pulau ini harus terlewatkan begitu aja tanpa ada dokumentasi yang bikin iri orang-orang, hehe, ngeles terus gw. Oya, untuk menyeberangi jembatan, terutama dengan sepeda, kita harus bersusah payah terlebih dahulu untuk mengangkat dan menurunkan sepeda melewati tangga jembatan. Lumayan sih buat ngeluarin keringat dan badan jadi pegel, hehe. And, here we come!! Enjoy pliss..😀

Kerja-kerja

Jembatan  menuju “surga”

Jembatan “surga” (Pulau Tidung Kecil)

Gerbang jembatan “surga”

Jembatan “surga” (Pulau Tidung)

Setelah berjalan menyusuri jembatan sejauh kurang lebih 350 meter dengan foto-foto (lagi), kami pun tiba di pulau Tidung kecil. Nuansa mistis sontak langsung menyeruak ketika pertama kali kami tiba di pulau yang hanya di huni oleh seorang juru kunci pulau yang biasa dipamggil Aba Suharna ini. Kami harus melewati hutan belantara terlebih dahulu agar bisa mendapatkan pantai yang paling bagus di pulau Tidung ini. Dengan menggunakan sepeda, kami ber-7 menembus hutan belantara yang ada disana (lebay), hehe. Dan setelah 10 menit berjalan, kami pun tiba di rumah Aba Suharna. Waaww, disana sangat menyeramkan! Banyak kuburan tua yang ada disana, seperti kuburan panglima hitam, syekh-syekh yang gak gw kenal, mushola yang bilang Aba Suharna sering dililit oleh naga jadi-jadian, sumur keramat yang sering diambil airnya oleh pengunjung dengan tujuan untuk  mendapatkan berkah, hingga hutan belantara yang konon kata Aba Suharna bila malam tiba akan dipenuhi dengan tangisan, cekikan, teriakan dan munculnya makhlus halus…Zzzrrrrrr, bulu kuduk gw tidak terasa tiba-tiba berdiri ketika mengingat lagi cerita beliau tersebut. Namun, untungnya beliau cerita setelah kami berhasil menemui pantai nan indah yang ada di Tidung kecil, sesaat ketika kami akan pamit pulang menuju Tidung Besar.

Bersepeda di hutan pulau Tidung Kecil

Pantai pulau Tidung Kecil

Mandi-mandiiii😀

Setelah dari tidung kecil, kami pun bergerak pulang untuk bersiap-siap makan siang dan dilanjutkan dengan kegiatan snorkeling. Fyi, makan disana bisa dibeli lewat katering di warung makan yang berada sekitar 50 meter dari dermaga dengan jalan menuju homestay lima saudara. Kalo kami kemarin, beli makan dengan paket 10 ribu yang berisi ikan tongkol goreng, telur, mie, tahu dan tempe beserta sambalnya. Makanan akan diantar oleh penyedia ke tempat peginapan kita. Oya , selain itu, bagi yang ingin berhemat biaya lagi, bisa numpang nginap dirumah warga dan tentunya masih bayar! Tapi harganya gak terlalu mahal dan bisa menghubungi teman baru saya disana, yaitu bang asep. Kalo mau berhemat lagi, gunakan cara gw. Bawa stok mie gelas dari Jakarta dan makan itu sebagai ganti lauk bersama nasi putih. Apa lagi kalo pergi sama cewek-cewek yang makannya dikit, jadi bisa minta jatah preman deh, haha. Untuk yang mau snorkeling, bisa menyewa alat snorkeling lengkap sama bang asep sebesar 35 ribu per paket/ orang/hari. Bagi yang butuh pemandu buat snorkeling dan menurut gw pasti kita butuh, bisa membayar bang asep sebesar 6o ribu aja buat seharian. Harga pemandu masih bisa nego kok, kayak kami kemaren yang berhasil menawar jadi 50 ribu. 😀

Sang Pemimpi

It’s time to Snorkeling!!

Snorkeling at Tidung Besar

Snorkeling at Tidung Besar 2

Hasil Snorkeling (Bintang Laut

Dapat udang punya orang, hehe

Ular laut

Para peserta ekspedisi Tidung

Hari ke-3 (29 Des 2009)

Setelah solat subuh, kami mulai bersiap-siap untuk pulang kembali ke Jakarta. Kami mulai packing dari malam hari dan paginya jadi tinggal makan dan nonton TV sembari menunggu sunrise yang bisa di lihat di jembatan surga. Sayangnya pagi itu agak mendung dan kami juga sudah terlampau capek buat pergi melihat sunrise di jembatan surga. So, hari itu jadinya kami habiskan hanya untuk makan pagi dan bersiap-siap untuk pulang, hehe. Bagi yang mau membeli oleh-oleh, bisa membeli pernak-pernik kerajinan laut di warung yang berada setelah rumah Bang Asep dan sebelum dermaga. Tanya aja disana. Kalo yang mau beli dodol rumput laut atau manisannya bisa membeli di dermaga, sesaat sebelum kembali ke Jakarta. Pukul 7 pagi kami harus sudah berada di dermaga karena kapal akan berangkat kurang lebih jam segitu. Harga tiket yang kami bayar dari pulau Tidung hanya 23 ribu, beda 10 ribu kalo berangkat dari Jakarta. Oya, ini karena kami pelajar sih, haha.Perjalanan pulang kemarin sungguh sangat sulit untuk dilupakan. Bagaimana tidak! Baru 15 menit kapal kami berjalan dari dermaga, kami langsung disambut oleh iring-iringan ikan lumba-lumba yang sangat banyak jumlahnya. Subhanallah, hanya itu yang bisa gw ucapkan dalam hati saat itu. Selama perjalanan, cuaca sedikit mendung dan kadang gerimis. Tapi yang namanya di tengah laut, tetaplah rasanya panas membakar. Setelah 3 jam perjalanan dari Tidung, kami akhirnya tiba di Jakarta dan langsung di sambut dengan beceknya dermaga serta macet dimana-mana. Benar-benar anti-klimaks sampai gw langsung sedih karena mati gaya,  gak tahu apalagi yang mesti dikerjain di Jakarta, haha.

@Dermaga pulau Tidung (pulang..)

@Dermaga pulau Tidung

Akhir cerita perjalanan kita

The Best Moment For Me

Fyi, dalam 3 hari 2 malam perjalanan kemaren, gw hanya menghabiskan dana 240 ribu uda termasuk makan, akomodasi, ongkos kapal (pp), ongkos angkot depok-muara angke (pp), sewa sepeda, sewa alat snorkeling dan bayar guide snorkeling.

Contact person Tidung Islands:

Pak Haji Mid (085888742129): Homestay lima saudara

Bang Asep (085711226253): Nyewa alat snorkeling, dll

Kalo mau nanya, silahkan kontak gw di blog ini atau hubungi gw langsung, insya Allah gw akan membantu. Oya, gw juga berencana balik lagi ke Tidung akhir febuari atau awal maret nanti. Karena itu adalah bulan terbaik buat liburan dipantai dan snorkeling. Kalo bulan desember-januari itu puncak musim badai, jadi bahaya buat liburan ke sana. Kalo kemaren mah, gw cuma modal nekat dan Bismillah aja, ahaha. Okay? Cu at Tidung islands..😀

Comments
  1. prims ;0 says:

    nikkiiii………………
    what a beautiful holiday..ngiri gw… ;0
    gw baru akhir januari tgl 25 26 n 27 ksn…
    lama bgt….
    doain gw aj ya kawannn…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s