Keutamaan Ramadhan

Posted: August 21, 2009 in Islam

Saudaraku, telah datang kepada kita bulan Ramadhan, musim kebaikan, musim penggandaan ganjaran dan pemberian hadiah besar-besaran, dibukakannya pintu-pintu kebaikan. Bulan diturunkannya al-Qur`an, didalamnya petunjuk, penerangan untuk manusia.

Nash dari al-Qur`an dan hadits sangat banyak menerangkan keutamaan dan kemuliaannya, di antaranya adalah:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketika datang Ramadhan, dibukalah pintu surga dan ditutuplah pintu neraka dan dibelenggulah syaithan.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dibukanya pintu surga karena banyaknya amal ibadah pada waktu itu sebagai pendorong bagi yang beramal, dikunci pintu surga karena sedikitnya maksiat yang dilakukan, dan dibelenggu syaithan sehingga mereka tidak leluasa sebagaimana leluasanya mereka pada bulan lainnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umatku diberi lima keutamaan dalam bulan Ramadhan yang tidak diberikan kepada satu umat dari umat-umat sebelumnya, (yaitu) bau mulut yang berpuasa lebih harum di sisi Allah Ta’ala dari minyak misk, para malaikat meminta pengampunan untuk mereka sampai mereka berbuka, Allah Ta’ala menghiasi surganya pada setiap hari dan berkata, ‘Nyaris saja hamba-hamba-Ku yang shalih meletakkan beban dan keletihan dan berangkat menujumu (surga).’

Dibelenggu syaithan yang pembangkang sehingga mereka tidak dapat ditipu seperti hari yang lainnya, dan diampunkan untuk mereka pada setiap akhir malam.” Dikatakan (kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam), “Apakah waktu itu malam Lailatul Qadar?” Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, akan tetapi seorang pekerja dilunasi upahnya ketika pekerjaannya telah selesai.”

(HR. Ahmad, al-Bazzar, al-Baihaqi dan Abusy Syaikh dalam kitab Tsawab, dengan riwayat yang lemah sekali, akan tetapi sebagian lafazhnya saling menguatkan).

Saudaraku, bertemunya kita dengan Ramadhan merupakan nikmat yang agung. Dengan bulan itu, kita dapat kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari perbuatan maksiat kepada ketaatan, dari lalai kepada mengingat-Nya, dari jauh dari-Nya kepada dekat dengan-Nya.

يَا ذَا الَّذِيْ مَا كَفَاهُ الذُنُبُ فِي رَجَبٍ … حَتَّى عَصَى رَبَّه فِي شَهْرِ شَعْبَانِ

لَقَدْ أَظَلَّكَ شَهْرُ الصَوْمِ بَعْدَهُمَا … فَلاَ تُصَيِّرْهُ أَيْضًا شَهْرَ عِصْيَانِ

وَاتْلُ القُرَانَ وَسَبِّحْ فِيْهِ مُجْتَهِدًا … فَإِنَّهُ شَهْرُ تَسْبِيْحِ وَقُرْآنِ

كَمْ كُنْتَ تَعْرِفُ مِمَّنْ صَامَ فِي سَلَفٍ … مِنْ بَيْنِ أَهْلِ وَجِيْرَانِ وإخوانِ

أَفَنَاهُمُ الْـمَوْتُ وَاسْتَبْقَاكَ بَعْدَهُمْ … حَيًّا فَمَا أَقْرَبُ القَاصِيْ مِنَ الدَانِيْ

Wahai engkau yang tidak cukup melakukan dosa pada (bulan) Rajab…
Lalu engkau sambung kembali pada bulan Sya`ban…

Telah datang bulan puasa kepadamu setelah keduanya…
Janganlah engkau jadikan lagi bulan itu bulan dosa…

Bacalah al-Qur`an dan bersungguhlah dalam bertasbih…
Karena bulan itu bulan al-Qur`an dan tasbih…

Berapa banyak yang engkau kenal mereka yang berpuasa…
Dari keluarga, tetangga dan saudara…

Mereka telah dimusnahkan oleh kematian, menyisakan dirimu…
Alangkah dekatnya yang sekarang dengan yang terdahulu…

Karya: Alm. Ustad Armen Halim Naro
(Pustaka Darul Ilmi)

Nikki Antonio Saputra

-Jejak Sang Pemimpi-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s