Kamis, jam8 pagi, dengan kondisi yang masih benar-benar capek dan blom sembuh dari sakit, gw harus melangkahkan kaki yang berat ini menuju kampus hijau, kampus idaman gw sejak sma dulu, tepatnya di fakultas psikologi UI buat rapat klub film Psim-C. Dengan kepala yang masih pusing, mata merah, perut keroncongan, hidung mampet,  dan badan pegel-pegel, gw paksakan tubuh gw untuk terus melangkah sedikit demi sedikit menuju kampus untuk menjalankan dua misi besar yang sudah gw rencanain dari jauh-jauh hari di hari itu.

Misi pertama, sudah gw sebutin diawal tadi, yaitu rapat Psim-C buat mengadakan workshop pembuatan film dokumenter yang baru saja berlalu beberapa waktu yang lalu. Misi kedua, gw dan 2 orang direksi Psikografika Corporation, yaitu naufal bin aligator kedua (CEO) dan si kikok (Designer) akan bertemu klien baru kami di Bandung untuk membicarakan beberapa kesepakatan dalam menunjang bisnis kami ke depan. Sayang sekali business trip kami ke Bandung pada hari itu tidak bisa diikuti oleh salah seorang direksi lagi, yatu Pian (Manajer Produksi) dan juga si polos Putra Aceh yang pengen ikut sekadar jalan-jalan.

Setelah menjalani misi pertama yang ternyata ngaret hingga satu jam selesainya, gw, naufal dan kikok akhirnya melanjutkan eksekusi misi kedua kami. Hari itu kami berangkat dari Depok tepatnya dari halte bikun Psikologi, pada pukul 10.30 wib. Kami pergi berempat didampingi sopirnya naufal, yaitu mas Agus (pake intonasi kayak di iklan-iklan nyebutinnya, hehe) dengan  menunggangi mobil hitam bermerek Rush yang sangat mengkilap (karena baru aja dicuci naufal), layaknya para power ranger yang siap bertempur melawan musuh, hehe. Perjalanan pin dimulai dengan kondisi jalan yang tidak terlalu macet. Diawal-awal perjalanan, kami berempat langsung dihentak oleh sebuah lagu mantaappp berjudul “jika kami bersama” yang dinyanyiin oleh SID. Praktis, dengan bit yang menhentak-hentak membuat kami jadi lebih bersemangat menjalani misi kedua dihari itu.

Baru setengah jam perjalanan, Naufal si Aligator kedua gantian memegang kendali setir menggantikan mas Agus. Diawal-awal gw sempat deg-degan sih, karena blom pernah naik mobil bareng naufal dijalan tol padalarang ini..(bener gak nama tol-nya?hehe)

Oke, 2 jam setengah perjalanan telah kami lalui bersama dan Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kami berempat tidak ada yang tahu jalan di Bandung, hanya mengandali insting dan sisa-sisa memori gw yang pernah tinggal di Bandung waktu kuliah di Unpad dulu, plus memori kiko yang terakhir ke Bandung pas libuarn semester 1 lalu.  Beberapa saat setelah masuk ke kota Bandung ditambah beberapa kali nyasar, kami pun memarkir mobil di mesjid alun-alun. Gw, naufal, dan kiko langsung pergi solat dankemudian mencari rumah makan padang di sekitar dewi sartika. Onde-mande, ambo indak paranah lupo jo kampuang. Tiap nyari makan pasti yang dicari nasi padang, hehe..

Setelah rumah makan ketem, kami langsung memesan makan dan biar dapat servis lebih, maka gw menggunakan bahasa padang saat berbicara dengan pelayannya, Kami pun makan dengan lahap dan semua puas. Saat bayar, ada sedikit cerita menggelitik ketika uni-uni kasirnya bertanya ama gw makan apa? Gw jawab, nasi plus dadar telor..ehhh, dia ketawa. Gw pun bingung dan bertanya kenapa, tapi dia menjawab gakpapa. Setelah itu, dia nanya lagi, minum apa? Gw dan yang lain menjawaab, air putih..ehhh, dia malah tambah ketawa cengengesan, hahaha.. Gw jadi makin bingung dan nanya lagi, kenapa mbak? Dan jawabannya bikin kita bertiga ketawa juga, “lucu aja!!!” Loh?lucu dimana dalam hati gw.. Pas itu gw mikir-mikir, akhirnya ketemu jawabannya. Dia pasti nganggep kita esmud-esmud berduit yang makan dirumah makan mahal, gaya bintang lima, tapi mesan makanan kaki lima, wakakak..

Itu cerita pertama. Oya gw inget, si Putra Aceh nan polos kan batal berangkat gara-gara pengen kuliah dulu, padahal hari sebelumnya dia bilang mw bolos aja, tapi akhirnya gak jadi bolos. Dia kan ngebet mw ikut ke Bandung tuh, tapi mengahadapi dilema. Saking polosnya, pas kita uda sampe Bandung, dia tiba-tiba sms nanya dimana dan minta jemput karena pengen ikut, hahaha..Kita semua pas baca sms dia langsung ngakak, mikir-mikir polos banget nih orang, seperti gak ada dosa, dia minta jemput pengen ikut setelah kita sampe di Bandung, sampe bela-belain minjem hp Onyet karena hp-nya lagi mati, hahaha, put-put, put-put..Kapan-kapan aja ya bro ikut lagi,😛

Balik lagi, setelah makan, gw dan 2 orang  patrner gw tersebut langsung menjalankan misi kedua, yaiut bertemu relasi bisnis kami di sebuah plaza. Setelah menyelesaikan beberapa urusan dan kesepakatan, misi kami dihari itu tuntas sudah. Karena hari baru menunjukkan pukul 4, kami memutuskan untuk jalan-jalan didaerah Dago dan sekitarnya. Setelah memarkir mobil di Blossom, kami mulai berjalan kaki disekitarnya. Perjalanan sore itu mengingatkan gw kembali, saat gw masih kuliah di Unpad dan sering jalan kaki diseitar sana. Gw pun mengajak mereka berdua untuk ke Unpad, karena gw pengen reunian dengan kampus yang telah gw jejakkan namanya dalam mimpi-mimpi gw dan gw coret didalam dream book karena udah gw gapai..

10 menit perjalanan telah kami lalui dan akhirnya kami sampai di Unpad. gw pun bercerita kepada mereka tempat-tempat yang masih tersimpan didalam memori gw sebagai kenangan terindah. Setelah itu gw mengajak mereka wisata kuliner, dimana tempat ditempat itulah gw terakhir kali wisata kuliner di Bandung saat masih kuliah. Gw mengajak mereka makan pisang bakar yang ada didepan Unpad dan minum lemon tea-nya. Setelah makanan dihidangkan, smuanya langsung mencicipi, dan kesan mereka adalah..Huaaaaahhh, enak banget!!! Legitnya pisang bakar kemaren masih kerasa hingga gw menulis ini, hehe..Serutan keju dicampur mesis dan susu, hmmh, maknyo euys!!! Bikin semua yang tak ikut semakin iri, hehe..

Malam pun tiba dan kami harus bergegas kembali ke Jakarta, karena bsoknya masih ada agenda penting lain yang harus dialkukan disini. Sepanjang perjananan pulang, nyaris naufal dan kiko selal tidur. Dan gw, coba tanya, tidur atau enggak? Yaah, gw akan menjawab, pengen tidur tapi gak bisa. Mas Agus menggila membawa mobil!!! Dari Tol Bandung sampe Jakarta, kecepatan mobil yang dibawahnya nyaris selalu konstan 120 km/jam!!! Bandung menggila, gw menggila, dan kita semuapun mulai menggila, hahaha..

Akhirnya, setelah 1 jam setengah perjalanan, kami tiba di Depok, dan gw satu hari kemaren kembali menjejakkan mimpi-mimpi gw yang telah lalu di kota Bandung. Owwwh, From Bandung with love, saksikanlah disana, ada jejak-jejak sang pemimpi..My Life is so Beautiful..

-Jejak Sang Pemimpi-

Nikki Antonio Saputra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s