Inilah salah satu alasan saya mencintai Juventus.

Sebagai seorang yang romantis, sangatlah sulit untuk tidak langsung merasakan tarikan gravitasi dari Juventus. Mereka bukan hanya sebuah klub sepakbola, mereka adalah institusi, cara hidup, filosofi yang dipuja semua.Bukanlah sebuah tim yang membeli kesuksesan, mereka adalah tim yang membangun para juara. Pemain berebutan untuk pergi ke Turin dan mengenakan seragam hitam putih bukan untuk uang, tetapi untuk kebanggaan. Mereka tidak pernah menjadi tim yang bermain sepakbola seksi, mereka tidak beratraksi cantik untuk mendapatkan Liga Champions atau mengoper bola secara indah. Meeka adalah sebuah tim yang dibangun dengan kerja keras dan disiplin; mereka mengajarkan kita bahwa apapun dapat digapai jika kita bersungguh-sungguh. Grinta, kesungguhan dan struktur organisasi yang membuat anda takjub.
Juventus adalah sebuah klub yang dibangun diatas fondasi yang kuat dan bertradisi. Mereka mempercayai Italia, sebagai calcio bukan sepakbola, dan mendapatkan kehormatan untuk merepresentasikan negaranya dan visinya dalam sepakbola, tidak jarang menjadi tulang punggung dari Azzuri. Tidak terinfuensi sepakbola indah seperti total football atau Brazilian Samba, mereka bekerja tanpa lelah selama banyak decade untuk mempromosikan gaya Italia dan yang paling penting – mereka berhasil. Ketika tim bermain sebagai suatu unit, menghargai satu sama lain dan menggunakan grinta dan skill untuk meruntuhkan raksasa yang meyakini saya untuk menjadi Juventina sepanjang hidup (Mrozuki).
Gue juga punya mimpi. September 2012 nanti gue akan tinggal selama satu bulan di Italia dan memanfaatkannya untuk mencari celah agar bisa bekerja di Juventus, tentunya setelah lulus kuliah S2 Psikologi Olahrag di Universitie de Roma, Italia.
Dan yang terakhir, hanya karena klub inilah saya sering menangis, hilang semangat hidup ketika mereka kalah. Tetapi di lain sisi, karena klub inilah hidup saya terasa menjadi lengkap, mengisi kekosongan ketika tak ada orang yang bisa saya cintai.



